Sebuah danau garamyang terletak sekitar 600 kilometer sebelah barat daya ibukota Argentina, Buenos Aires. Dahulu tepatnya di tahun 1920, di sepanjang wilayah Lago Epecuen didirikan sebuah desa wisata yang diberi nama VillaEpecuen. Daya tarik danau Lago Epecuen yang kadar garamnya tertinggi kedua di dunia setelah Laut Mati menjadikan tempat tersebut begitu banyak dikunjungi pada masanya. Villa Epecuen pun tak luputmenjadi destinasi wisata yang populer pada kala itu. Hingga kemudian pada puncaknya di tahun 1970, desa wisata ini didiami oleh sekitar 5.000 penduduk di dalamnya dengan puluhan hotel, toko bahkan juga museum lengkap di Villa Epecuen tersebut. Namun sayang, banjir bandang menggenangi desa tersebut padaNovember 1985 dan membuat penduduknya mengungsi. Volume air yang terus naik pada akhirnya membuat desa itutenggelam dan mati di tahun 1993. Bertahun-tahun desa wisata yang dulu gegap gempita dengan keriuhan wisatawan itu mati total tak ada kehidupan, hingga kemudian di tahun 2009yang lalu saat volume air mulai surut Villa Epecuen mulai tampak setelah tenggelam belasan tahun. Ironisnya tak ada satupun penduduknya yang kembali kecuali Pablo Novak, pria inilah  yang kembali dan bertahan di tempat tersebut sendiri hingga saat ini. Sumber : oddee.com Foto : theatlantic.com #wowfakta #wowfaktavideo

  • Sebuah danau garamyang terletak sekitar 600 kilometer sebelah barat daya ibukota Argentina, Buenos Aires. Dahulu tepatnya di tahun 1920, di sepanjang wilayah Lago Epecuen didirikan sebuah desa wisata yang diberi nama VillaEpecuen. Daya tarik danau Lago Epecuen yang kadar garamnya tertinggi kedua di dunia setelah Laut Mati menjadikan tempat tersebut begitu banyak dikunjungi pada masanya. Villa Epecuen pun tak luputmenjadi destinasi wisata yang populer pada kala itu. Hingga kemudian pada puncaknya di tahun 1970, desa wisata ini didiami oleh sekitar 5.000 penduduk di dalamnya dengan puluhan hotel, toko bahkan juga museum lengkap di Villa Epecuen tersebut. Namun sayang, banjir bandang menggenangi desa tersebut padaNovember 1985 dan membuat penduduknya mengungsi. Volume air yang terus naik pada akhirnya membuat desa itutenggelam dan mati di tahun 1993. Bertahun-tahun desa wisata yang dulu gegap gempita dengan keriuhan wisatawan itu mati total tak ada kehidupan, hingga kemudian di tahun 2009yang lalu saat volume air mulai surut Villa Epecuen mulai tampak setelah tenggelam belasan tahun. Ironisnya tak ada satupun penduduknya yang kembali kecuali Pablo Novak, pria inilah  yang kembali dan bertahan di tempat tersebut sendiri hingga saat ini. Sumber : oddee.com Foto : theatlantic.com #wowfakta #wowfaktavideo
  • 2017-12-07 01:45:53

379 Comments:

69,521 Likes: